Pertama kali liat trailer hasduk berpola, rasanya bangga sekali, organisasi yang sejak kecil saya ikuti hingga sekarang di angkat menjadi sebuah film. Padahal kan jarang sekali ada film yang mengangkat hal-hal berbau organisasi. Mungkin karena ini PRAMUKA, jadi ya eksklusif! Tapi ada terharunya juga sih pas liat trailernya, terharu sama perjuangan anak Pramuka di film itu.
Oia saya jelasin deh gimana kira-kira nanti filmnya.

Jadi film ini bercerita tentang Masnun, veteran mantan pejuang ’45 yang tinggal di Surabaya, yang konon terkenal sebagai kota pahlawan, hidup Masnun (yang sering dielu-elukan sebagai pahlawan) justru terlunta-lunta. Akhirnya bersama anaknya, Rahayu, janda beranak Budi dan Bening khirnya menyerah dan pindah ke kota asalnya, Bojonegoro untuk mencari kehiduan yang lebih baik. Namun ternyata kehidupan mereka justru semakin terpuruk.

Cucunya bernama Budi (12 thn), tertantang untuk mengalahkan rivalnya, Kemal, yang aktif di kegiatan Pramuka. Maka ia juga berusaha untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tapi karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, Budi tidak bisa membeli semua perlengkapan kepramukaan. Film ini menceritakan bagaimana Budi berjuang memenuhi kewajibannya, hingga akhirnya membuat iba Bening (10 thn) adiknya yang rela mengorbankan seprei kesayangannya demi dibuat hasduk untuk kakaknya.

Ketika melihat trailernya, pandangan saya menjadi terbuka. Mungkin sebenarnya banyak yang ingin mengikuti kegiatan Pramuka secara aktif tetapi karena terbentur biaya yang macam-macam, akhirnya anak-anak yang semulanya berminat perlahan-lahan menjadi enggan mengikutinya. Walaupun sebenarnya ikut Pramuka tidaklah sampai harus keluar banyak biaya.

Berbicara tentang Pramuka, saya teringat perkataan teman-teman yang sering menggoda saya. “Udah kuliah masih ikut Pramuka?!”, “Ciee iya deh yang Pramuka”, “Kenapa sih udah sebesar ini masih ikut Pramuka? Keluarga kamu orang-orang Pramuka ya?”. Dan masih banyak lagi perkataan-perkataan teman-teman saya, namun saya sih enjoy-enjoy aja, itu kan bukti perhatian mereka pada saya J
Suatu hari ketika open rekruitmen kepengurusan Racana Pramuka dikampus, saya ditanya seperti ini.

“kenapa sih kok ikut Pramuka?”, tanya kakak kelas.

“Ingin balas dendam!” , jawab saya. Sontak saja membuat kakak itu dan beberapa orang di sekitar kami menjadi kaget.

“balas dedam sama siapa?”, lanjut kakak tersebut.

“Jadi gini kak, waktu saya masih SD saya ingiiiin sekali ikut Pramuka, latihan setiap minggu, berkemah, main ini main itu. Tapi orang tua saya melarang saya, mungkin karena khwatir atau apalah saya ngga ngerti. Akhirnya pas saya masuk Tsanawiyah (MTsN) saya bertekad harus ikut ekskul Pramuka! Alhamdulillah orang tua saya mengizinkan. Saya ingin balas dendam pada diri saya sendiri karena keinginan saya semasa SD tidak tercapai. Eh, ngga taunya sampe keterusan. Di SMA saya bergabung di Ambalan dan sekarang saya ingin bergabung di Racana kampus”, jelas saya panjang lebar.

“Hahhaa.. ternyata ada ya balas dendam yang positif”, timpal kakak tersebut.

Alasan sepele itulah yang membuat saya ingin terus mencari ilmu di Pramuka. Alasan sepele itu membuahkan alasan-alasan lain yang membuat saya ingin tetap aktif di Pramuka.

Okeh, sampe disini dulu tulisan saya. Oia, film ini recomended banget! Hasduk Berpola bakal tayang di bioskop mulai tanggal 21 Maret 2013. So, tonton ya guys! ^^

Gambar

Tetap memandu, salam Pramuka! ^^7

photo credit: @HasdukBerpola